Home Kolom POLISI JANGAN GUNAKAN COVID-19 SEBAGAI DALIH MEMBERANGUS KAUM KRITIS

POLISI JANGAN GUNAKAN COVID-19 SEBAGAI DALIH MEMBERANGUS KAUM KRITIS

by redaksi

Suaraummat.com – Polisi membubarkan sarapan pagi yang dihadiri Gatot Nurmantyo di Surabaya. Alasannya, melanggar protokol Covid-19. Padahal acara itu bukan keramaian yang harus dapat izin polisi. Jumlah audiens juga terbatas, hanya para kyai dan ulama serta sejumlah tokoh Jatim.

Konyolnya lagi, seorang polis berpakaian preman naik ke panggung dan menghentikan Gatot yang tengah bicara. Polisi sudah over dosis dan over acting.

Anehnya, di luar penginapan ada demo menolak kehadiran KAMI di Surabaya. Orator mengeluarkan kata-kata kasar, yang jelas-jelas mengandung ujaran kebencian.

Edy Mulyadi, Ketua Umum Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) mengatakan, sebaiknya polisi mulai berhenti menjadi alat kekuasaan. Jangan lagi polisi digunakan penguasa sebagai alat pemukul pihak-pihak kritis yang berseberangan dengan penguasa.

“Rakyat tidak rela, uangnya digunakan untuk membiayai institusi yang justru memusuhi dan memasung aspirasi rakyat!” ujarnya.(*)

You may also like

Leave a Comment